Mungkin udah 3 jam lebih uni melototin tv tapi gambar-gambarnya cuma lewat selintas kaya kita nontonin pendar cahaya dari kendaraan di jalanan malam.
I fell like a mess lately.
I don’t know what I really looking for but I keep running around, panicking.
I don’t know what passion really means, what happy really cost.
I don’t know the step (the right step) that I have to take.
I don’t know where to run after this.
kalau saya iseng merunut hidup saya sejak kecil sampai sekarang, ko rasanya semua itu terpola secara random, keputusan-keputusan yang diambil kadang ga ngerti juga datengnya dari mana, tidak pernah dipikirkan secara mendalam tapi every thing seem alright.
dan sekarang saya berdiri di 2012, awal tahun dengan tumpukan sisa usangnya memori di 2011 saya jadi mikir..di usia yang udah gede ini apa masih mungkin kita berkeputusan hanya mengandalkan kebetulan? gimana universe bilang aja…jalanin aja..let it with the flow..apa mungkin?
ko rasanya dengan matangnya pemikiran, semuanya jadi tampak rumit…saya menjalani 22 tahun dengan tanpa pernah mikir yang berlebihan tentang semua keputusan hidup dan here i am…bingung…
where is it going?
taun ini gw mau jadi apaaaa?
mau gimana?
kalaupun gw tau apa yang gw pengenin caranya gimana?
ternyata menatap semuanya dengan pandangan terlalu realistis itu juga ga bagus.
saya jadi kangen ngejalanin semua yang kesannya “yah…gimana nanti aja”
dan saya berhasil baik dengan prinsip itu, harus balik lagi aja emang ke prinsip begitu?
nungguin cosmic joke, ketawa bersama, menertawakan hidup dan menartawakan kita.
maybe…….he’s the one i’ve been searching for
he’s taking this photo
mungkin, ini saat yang tepat untuk berdamai dengan imajinasimu.
sementara ini kamu terlalu berambisi untuk mengejarnya
membuat lagi awan mimpi yang baru, kesulitan untuk tertatih dan menggapai
dan akhirnya kecapean. untuk selanjutnya membuat awan baru lagi dan tertatih lagi.
betul..ini saat yang tepat untuk berdamai dengan imajinasimu.
janganlah taruh itu terlalu jauh, terlalu besar, terlalu tidak sesuai dengan realita.
mari berdamai saja dengan imajinasimu.